Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Memparafrasekan Fall For You - Secondhand Serenade

 Malam ini tenang, dan mungkin itu hal terbaik yang bisa terjadi — kita tidak berdebat, tidak saling menjauh, hanya duduk dalam diam yang anehnya terasa lega. Aku tahu, kita sudah pernah di sini, di titik antara bertahan dan menyerah. Kau mungkin pikir aku berhenti berusaha, tapi sungguh, aku masih di sini, meski bentuk perjuanganku kadang tak terlihat. Aku lihat lelah di matamu, lelah yang bahkan tak bisa dihibur oleh kata-kata. Tapi aku mohon, tahan napasmu sebentar, karena malam ini — aku jatuh cinta padamu lagi. Jangan ubah pikiranku, karena aku tak tahu harus jadi apa tanpamu. Aku bersumpah, seumur hidup aku belum pernah temukan seseorang seaneh, seindah, dan seberarti dirimu. Aku tidak pernah berniat berantakan seperti ini. Dulu aku percaya aku kuat, aku bisa jaga semuanya tetap utuh, tapi nyatanya aku juga rapuh, dan di antara reruntuhan itu, cintaku tetap bertahan — diam, tapi nyata. Jadi, malam ini, tariklah napas dalam-dalam, biarkan aku tinggal di antara jeda itu. Aku in...

Memparafrasekan Menua Di Semester - Ubaidilah

  Sore selalu datang dengan wajah yang sama. Ia melangkah ke kampus membawa ransel penuh tawa, bukan buku. Di taman, suara gitar sumbang bersahut dengan canda ringan, dan waktu berlari diam-diam di antara langkah-langkah yang tak peduli arah. Malam turun, lampu kampus menyala, tapi semangatnya padam. Ia tertawa untuk melupakan, bukan untuk hidup. Semester berganti seperti angin yang lewat tanpa sapaan. Skripsi masih jadi nama asing di berkas laptop berdebu, mata kuliah menumpuk seperti hujan yang tak berhenti. Sementara itu;  "Lihat teman sudah pakai toga" "Sebagian sudah kerja" "Sebagian lagi punya anak dua" "ouw mengapa dikau masih begitu saja" Kadang malam membisik,  “Kau tertinggal.” Namun bisikan itu dikubur oleh tawa, oleh kopi sachet di tangan kanan, oleh alasan yang dibuat-buat agar tak merasa kalah. Di rumah, ada dua wajah tua menatap kalender yang tak lagi mereka hitung dengan sabar. Mereka percaya anaknya sedang berjuang, padahal anak ...