Memparafrasekan Tirani Tua - Black Horses
Hari-hari terasa sesak karena pemerintah sibuk memainkan kuasa tanpa peduli rakyat. Jalan untuk keluar dari masalah selalu ditutup oleh aturan yang hanya menguntungkan mereka sendiri. Wajah-wajah pejabat berdiri di setiap lini, dari pusat sampai daerah, semua seakan sudah dipagari untuk melindungi kepentingan kelompoknya. Kota yang seharusnya luas malah terasa menyempit. Kehidupan kehilangan makna karena rakyat hanya jadi penonton dari drama politik yang penuh tipu daya. Mereka tertawa di kursi empuk dengan gaji besar, sementara rakyat disuruh ikut tertawa dalam kesengsaraan yang mereka ciptakan. Ingin rasanya lari dari keadaan ini, tapi sistem yang dibangun membuat rakyat seperti mati berdiri. Hari buruk datang silih berganti, janji perbaikan hanya jadi kalimat manis di televisi. Namun rakyat tidak punya pilihan selain bertahan, meski tahu yang berkuasa tidak pernah peduli. Mereka terlalu sibuk menimbun harta, sibuk menjaga jabatan, sibuk mencari aman di balik kebijakan yang mer...