Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Memparafrasekan Pikiran yang Matang - Perunggu

 Malam sudah larut, jam menunjukkan setengah dua sementara tubuhku butuh istirahat. Dinding kamar sudah mulai berjamur seakan ikut merefleksikan kepenatanku. Isi kepalaku pun terasa sesak tak ubahnya seperti TransJakarta di subuh kemarin—penuh dan melelahkan. Aku memutuskan mulai hari ini untuk berhenti memperhatikan segala polahmu. Tak masalah jika akhirnya aku melewatkan semua tentangmu karena ternyata apa pun yang terjadi padamu tak pernah memberi dampak penting bagiku. Aku sadar aku tak perlu mengenalmu lebih jauh atau bahkan membaca apa yang kau tuliskan. Biarlah semua tetap begitu karena ada banyak hal lain yang jauh lebih membutuhkan perhatianku. Aku ingat kau pernah menyita begitu banyak waktuku tanpa sekalipun mengembalikannya. Hidupmu biarlah jadi urusanmu tak lagi menjadi beban bagiku. Kini perhatianku kualihkan kepada hal-hal yang benar-benar berarti. Hari ini terasa biasa saja. Tidak ada yang terlalu seru dan tidak ada gangguan berarti. Justru aku;  "Makin nyaman ...